Kamis, 27 Februari 2014
www.Nadutzndalndull.com
Interaksi Sosial
Hai kawan kali ini kita akan membahas tentang interaksi social,saya akan membagi sedikit ilmu yang saya miliki dengan kalian. Interaksi merupakan bagian utama dalam proses social. Sejak manusia di lahirkan kedunia ini manusia telah mengalami interaksi social. Seorang individu pertama kali bersosiali sasi di dalam keluarga,dalam keluarga seorang individu dapat mempelajari kebiasaan-kebiasaan baru yang belum pernah ia ketahui sebelum nya. Sebab itulah lingkungan keluarga sangat mempengaruhi kepribadian seseorang.
Semakin bertambah usia seseorang mempengaruhi juga lingkungan tempatnya bersosialisasi,semakin bertambahnya umur seseorang membuat orang tersebut bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas pula. Interaksi social merupakan intisari dari kehidupan social,maksudnya adalah interaksi social tampak begitu nyata dalam berbagi bentuk pergaulan antara satu individu dengan individu yang lain dalam suatu masyarakat. Interaksi social juga merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahluk social,maksudnya adalah manusia senantiasa berhubungan dengan manusia yang lain dalam kehidupan nya guna mencapai tujuan nya ini merupakan bentuk pelaksanaan dari interaksi social dimana manusia melaksanakan kodrat nya sebagai mahluk social.interaksi erat kaitan nya dengan naluri manusia sebangai mahluk social yaitu senantiasa hidup bersama dengan manusia yang lain dan dengan lingkungan sosialnya,naluri inilah yang disebut dengan gregariusness.
Pengertian
Secara etimologis;interaksi social bersal dari kata inter yang artinya berbalas-balasan dan aksi yang berarti tindakan.interaksi social merupakan hubungan social yang dinamis antara individu dengan individu,antara individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok. Sedangakan menurut kamus besar bahasa Indonesia;definisi interaksi yaitu hal saling melakukan aksi,berhubungan,mempengaruhi dan antar hubungan,sedangkan interaksi social didefinisikan sebagai hubungan social yang dinamis antara orang perseorangan,antara perseorangan dengan kelompok,dan kelompok dengan kelompok,yang paling utama dalam sebuah interaksi adalah adanya hubungan timbal balik diantara keduanya. Menurut Prof. Dr.Soerjono soekanto,SH.MA. interaksi social sebagai bentuk-bentuk yang tampak,apabila orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia mengadakan hubungan yang satu dengan yang lain. Menurut Kimbal Young (1959); interaksi social adalah sebagai kunci dari semua kehidupan social,jika tanpa interaksi social tidak akn mungkin terdapat kehidupan bersama.Roucek and warren (1963) merumuskan bahwa didalam interaksi social terlihat adanya aksi dan reaksi,serta mengandung rangsangan dan respon.
Dari pengertian-pengetian tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa wujud proses social adalah interaksi social,karena interaksi social merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas social. Bentuk interaksi social melalui proses-proses social yang beraneka ragam yang menyusun unsure-unsur dinamis masyarakat dan melalui proses tingakah laku (behavior) yang dikaitkan dengan struktur social.
Factor pendorong terjadinya interaksi social
Interaksi social dapat terjadi dari 2 kemungkinan yaitu factor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri dan factor yang berasal dari luar.
Factor yang berasal dari dalam diri manusia meliputi :
1. Dorongan kodrati manusia sebagai mahluk social
2. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
3. Dorongan untuk mengembangkan diri dan mempengaruhi orang lain melalui imitasi,sugesti,identifikasi,simpati dan empati.
Factor yang berasal dari luar adalah dorongan rasa ingin tahu yang menyebabkan manusia berinteraksi drngan sesamanya guna memebuhi rasa ingin tahu nya tersebut.faktor-faktor tersebut dapat juga berkaitan antara yang satu dengan yang laintergantung pada kondisi dan situasi. Factor yang berasal dari luar ini contoh nya adalah: imitasi,identifikasi,sugesti,motivasi,simpati,dan empati.
Syarat terjadinya interaksi social
Menurut soerjono soekanto (1994) interaksi social dapat terjadi karena dua factor,yaitu: Kontak social dan Komunikasi.
1.Kontak Sosial
Istilah kotak social berasal dari kata cum atau com yang artinya bersama-sama dan tangere yang berarti menyentuh. Jadi secara harfiah;kontak berarti bersama-sama menyentuh. Dalam pengertian fisik kontak terjadi apabila terjadi secara langsung disertai dengan adanya kontak fisik atau sentuhan,namun secara sosiologi kotak social tidak selalu berarti sentuhan fisik. Sebagai gejala social kontak dapat terjadi tanpa adanya hubungan fisik yaitu berhubungan dengan orang lain melalui telepon,sms,dan lain sebagainya. Kontak dapat dibedakan kedalam beberapa macam berdasarkan cara,sifat,dan tingkat hubungan nya,meliputi:
1. Kontak langsung dan tak langsung
a. Kontak langsung : kontak yang terjadi dengan adanya persentuhan fisik
misalnya : dengan berbicara,tersenyum,menepuk pundak atau bagian tubuh yang lain,dan lain nya
b. Kontak tak langsung : kotak yang terjadi melalui suatu media atau perantara tertentu.
Misalnya : telepon,radio,televise,internet,dan lain sebangainya
2. Kontak antar individu dengan individu,individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok
Kontak langsung dalam tiga bentuk yaitu antara individu dengan individu,antara invidu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok, komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan gerak-gerak fisik ataupun perasaan,selanjutnya dari sini timbul sikap dan ungkapan perasaan seperti senang,ragu,takut atau menolak,bersahabat,dan sebagainya yang merupakan reaksi atau pesan message yang diterima. Saat ada aksi dan reaksi itulah terjadi komunikasi,dari uraian diatas tampak bahwa komunikasi hampir sama dengan kontak,namun adanya kontak belum tentu ada komunikasi,karena komunikasi menuntu adanya pemahaman makna atas suatu pesan dan tujuan bersama antara masing-masing pihak,misalnya: orang Maluku bertemu dengan orang Kediri kemudian berbicara dengan bahasa flores,padahal orang Kediri tidak mengerti bahasa flores. Dari kejadian ini kita dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi adanya kontak namun komunikasi belum terjalin diantara keduanya karena kedua orang tersebut tidak memahami maksud dari pembicaraan keduanya masing-masing. Dengan begitu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kontak tanpa komunikasi tidaklah memiliki arti,kontak di tekankan pada orang atau kelompok yang berinteraksi,sedangkan pada komunikasi yang di pentingkan setelah pemrosesan pesan.
3. Kontak positif dan negative
a. Kotak positif mengarah pada suatu kerjasama yang saling menguntungkan.
Misalnya : seorang penjual mangga menjual mangga nya kepada seorang penjual jus buah.
b. Kotak negative biasanya mengarah pada segala sesuatu yang merugikan baik diri sendiri maupun orang lain.
Misalnya : perang antar 2 negara maju.
4. Kontak primer dan kontak sekunder
a. Kontak primer terjadi apabila orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan betatap muka. Misalnya: berjabat tangan dan tersenyum.
b. Kotak sekunder memerlukan suatu perantara atau media baik orang maupun alat. Misalnya : telepon.telegram,dan internet.
2.Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses saling memberikan tafsiran kepada diri pelaku atau pihak lain. Melalui tafsiran pada pelaku pihak lain tersebut,contoh: santi menepuk bahu via kemudian via memahaminya sebagai ajakan ,kemudian mereka bejalan bersama menuju perpustakaan. Ini berarti bahwa symbol yang disampaikan santi dan bereaksi,seandainya via tidak mengetahui maksud santi dan ia hanya memandangnya dan tidak beranjak pergi ke perpustakaan maka tidak terjadi komunikasi.komunikasi juga dapat bersifat positif dan negative.
Proses social
Proses social adalah cara-cara berhubungan dengan apa yang dilihat apabila orang per orang dan kelompok-kelompok sosiall saling bertemu dan menetukan system serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada.proses social merupakan pengaruh dari adanya hubungan timbal balik antara berbagai sendi kehidupan bersama. Misalnya: pengaruh mempengaruhi antara social dengan politik,politik dengan ekonomi,ekonomi dengan hokum dan lain sebagainya. Interaksi social adalah kunci dari semua kehidupan social,sehingga tanpa interaksi social tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Status dan peranan individu dalam interaksi social
1. Status social
Status social atau biasa juga disebut dengan istilah kedudukan adalah posisi seseorang dalam kelompok masyarakat. Secara umum terdapat tiga macam cara bagi tiap-tiap individu untuk memperoleh status yaitu:
a. Cara ascribed status
Merupakan status yang diperoleh oleh seseorang dengan sendirinya tanpa memperhatikan aspek rohaniah serta kemampuan. Contohnya : pangeran,anak bangsawan,dan lain sebagainya.
b. Cara achieved status
Merupakan status yang di peroleh seseorang melalui usaha yang dilakukan dengan sengaja serta tergantung pada kemampuan yang dimiliki oleh orang tersebut dalam mencapai nya. Contohnya : presiden,bupati,dan seorang pemegang kekuasaan.
c. Cara assigned status
Merupakan status yang diperoleh seseorang karena hasil pemberian dari suatu lembaga karena prestasi yang di capainya. Contohnya: siswa teladan,guru,pahlawan dan lain sebgainya.
2. Peran social
Pembahasan mengenai status social tidak terlepas dari pembahasan mengenai peranan,sebab peranan merupakan aspek dinamis dari suatu kedudukan atau status. Peranan adalah perilaku yang di harapkan oleh pihak lain dalam menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Peranan menjadi penting artinya karena berfungsi sebagai pengatur perilaku seseorang dalam lingkungan masyarakat.
Pada dasarnya interaksi social yang terjadi di lingkungan masyarakat merupakan hubungan antara peranan-peranan individu yang ada di dalamnya. Sama halnya status yang dapat melahirkan konflik status. Peranan juga dapat menimbulkan konflik peranan yaitu tatkala peran-peran yang dimiliki harus dilaksanakan sekaligus.
Langganan:
Postingan (Atom)
