Suara langkah kaki
terdengar,semua mata tertuju pada sebuah objek.Mata yang indah,rambut panjang
terurai,kulit putih dan tinggi semampai,itulah Mawar,murid kelas 7c.Mawar
adalah gadis tercantik di SMP Mekarsari yang menjadi idola bagi semua orang di
sekolahnya,termasuk guru-guru nya.Prestasi yang ia capai sangat luar
biasa,ketertarikan nya pada dunia seni membuatnya menjadi siswa yang multi
talenta.Keramahan dan kepedulian nya terhadap sesama membuatnya tampak semakin
cantik.
Hari
itu jam istirahat usai pelajaran olah raga,Mawar dan teman-teman nya hendak
makan bakso di kantin sekolahnya,ketika melewati lorong sekolah hampir semua
orang yang ia temui menyapa nya,dengan senang hati Mawar membalasnya dengan
senyuman.
Setibanya di kantin,
Mawar memesan es dan bakso bersama
teman-teman nya,kemudian ia pun memilih bangku di sebelah jendela.Ketika
matanya melihat keluar jendela ia langsung tersipu dan wajahnya pun memerah.Ayu
yang saat itu duduk berhadapan dengan nya langsung bertanya “War kamu kenapa
kog kayak nya salah tingkah gitu?”,Via yang saat itu duduk di sebelah Mawar
sontak menjawab “ya jelas lah dia salah tingkah,kan kakak ganteng nya mau
kesini”,mendengar perkataan temannya ia hanya bisa terdiam.Kakak ganteng yang
di maksud adalah siwa kelas 8c yang bernama Vino.Vino juga merupakan siswa yang
jadi idaman di sekolahnya,dan ia adalah satu-satunya siswa pria yang dapat
menarik hati Mawar.
Saat
Vino memasuki kantin orang yang pertama ia lihat adalah Mawar,Mawar pun
membalasnya dengan senyuman.Teman-teman mereka pun meledek mereka berdua hingga
mereka berdua tampak salah tingkah.Semua teman-teman nya tau bahwa Vino dan Mawar saling
menyukai,bahkan teman-teman nya juga tau bahwa Vino sangat tergila-gila pada
Mawar,namun karena gengsi diantara keduanya teramat besar sehingga mereka
berpura-pura bermusuhan dan setiap mereka bertemu pasti ada saja yang mereka
ributkan.
Teman-teman
Vino tak henti-hentinya meledeknya,karena mereka tau betul bahwa keduanya
saling mencintai,namun karena gengsinya yang tinggi hingga membuat mereka salah
tingkah bila bertemu yang akhirnya berujung pada pertengkaran.Anton (teman satu
kelas Vino) berusaha memancing Vino agar memperlihatkan rasa cintanya terhadap
Mawar,anton berkata “hahaha….Vino..Vino,kenapa nggak kamu tembak aja sih dia? Kalau
kamu nggak mau biar aku aja deh yang nembak” (sambil melihat kearah Mawar),sontak
Vino mengatakan “jaga itu mulut kalau ngomong daripada kelempar asbak rokok!”.Semua
yang berada di kantin terdiam karena tidak biasanya Vino semarah itu,karena
Vino terkenal sebagai anak yang penyabar dan cuek.Ridho yang juga duduk di
dekat Vino berusaha memecah suasana “hei panas banget ya hari ini,paling asik
ngerokok nih sambil nunggu kopi datang”,Vino pun langsung menanggapi Ridho agar
masalahnya tidak bertambah panjang,”sini aku minta satu rokok nya,lagi kanker
nih soalnya!”.
Mawar
yang sebelumnya hanya diam sebagai penonton tiba-tiba berdiri dan menghampiri
Vino,ia berkata “malu-maluin banget sih kamu,rokok aja minta-minta kayak
pengemis dasar nggak tau malu!” (langsung beranjak pergi).mendengar ucapan
gadis yang dicintainya Vino langsung menundukkan kepala dan berlari pergi
mendului Mawar,nampaknya Vino sangat syok dengan ucapan Mawar itu,karena
sebelumnya mawar tidak pernah sekasar itu.Teman-teman mereka berdua pun tidak
menyangka akan seperti itu jadinya.
Keesokan Harinya,
Mawar
duduk termenung di depan kelas menyesali apa yang ia lakukan kemarin,sambil
menunggu kedatangan Vino karena dia berniat untuk meminta maaf kepada
Vino.Tiba-tiba bel tanda masuk kelas berbunyi,dengan wajah kecewa ia pun masuk
kedalam kelas.Sepanjang pelajaran berlangsung Mawar hanyadiam termenung.Bel
tanda istirahat pun berbunyi,Ayu dan Via berniat mengajak Mawar makan di
kantin,tanpa menjawab dan tanpa ekspresi Mawar berdiri lalu berjalan menuju
kantin,Ayu dan Via bingung melihat sikap sahabat baiknya seperti
itu.Sesampainya di kantin mereka bertemu dengan Ridho dan Anton.Ridho bertanya
kepada Ayu
Ridho :“yu… kenapa Mawar jadi murung begitu?”
Ayu :
“kepikiran sama kakak ganteng nya mungkin”,
Anton : (menyela pembicaraan) “Vino nggak masuk hari ini,kemarin dia
tiba-tiba pulang tanpa bilang apa-apa sama kita,kemarin dia sampek hampir
nangis gitu!”
Ayu :
“yang bener kamu?” (terkejut)
Ridho : “ ya bener lah,buat apa kita bohong?” (mengerutkan dahi)
Via :
“ kog jadi begini ya? Aku nggak nyangka bakalan serumit ini”
(tampak
bingung)
Ridho
yang sejak tadi berdiri di dekat Ayu langsung menepuk pundak Mawar yang sejak
tadi melamun.
Ridho : “hey… daripada kamu pusing dan melamun tak tentu arah begini
mending kamu datang in Vino dan minta maaf deh!” (memegang pundak Mawar)
Mawar : (dengan pandangan kosong) “aku cinta kak Vino”
(meneteskan
air mata)
Ridho : “ aduh.. jangan nangis ya,aku nggak bermaksud bikin kamu nangis”
Mawar : “ anterin aku ke rumah kak Vino ya kak” (berlutut di depan ridho
sambil menangis)
Ridho & Anton : (membangunkan Mawar)
“jangan kayak begini…ayo sekarang kita
ijin pulang”
Mereka berempat pun segera beranjak
pergi.
Sesampainya di rumah Vino
Ridho : tokk..tokk..tokk!
“assalamuaikum…”
(mengetuk pintu)
Pintu terbuka
Ibu Vino : “waalaikum salam”
Mawar : “ bu,kak Vino nya ada?” (dengan wajah kawatir)
Ridho : “ sabar dulu war…” (memegang pundak mawar)
(menyalami ibu Vino) “maaf bu sebelumnya,kami mau bertemu dengan Vino karena
(menyalami ibu Vino) “maaf bu sebelumnya,kami mau bertemu dengan Vino karena
Kemarin
Vino tiba-tiba pulang dan hari ini malah tidak masuk sekolah”
Ibu Vino : “ dari kemarin Vino tidak
mau ngomong apa-apa dan dia juga tidak mau keluar
Kamar” (mempersilahkan masuk)
Mawar : “ kami boleh ketemu kak Vino bu?” (meneteskan air mata)
Ibu Vino : “ langsung kekamarnya
saja!” (tersenyum sambil menunjukkan letak kamarnya)
Mawar : (berlari menuju kamar Vino)
Ayu :
“Mawar tunggu”
Semua berlari mengejar mawar.
Setiba
di kamar Vino Mawar langsung berlutut di samping Vino yang tak sadarkan diri
dan sambil mengigau “aku bukan pengemis!!”.mendengar Vino tak henti-hentinya
mengucapkan kata-kata itu Mawar langsung menangis di peluk an Vino sambil
mengatakan “aku cinta kamu kak,bangun kak…bangun!”.tiba-tiba Vino terbangun,ia
pun berusaha duduk dan mengatakan pada Mawar “aku saying kamu dheg,aku bukan
pengemis dheg!”,Mawar pun memeluk Vino sambil mengatakan “udah kak…udah! Aku cinta
kakak,kakak jangan sakit lagi ya”,Vino memeluk Mawar dengan erat “ ya dheg…jangantinggalin aku selamanya”.semua nya pun tersenyum bahagia melihat Vino dan
Mawar.
Cerita cinta karya : nadut ndalndul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar