Minggu, 15 Desember 2013

rokok sebatang urusannya panjang

<!-- Begin BidVertiser code --> <SCRIPT LANGUAGE="JavaScript1.1" SRC="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=576126&bid=1441331" type="text/javascript"></SCRIPT> <noscript><a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/BidVertiser/bdv_xml_feed.dbm">xml api</a></noscript> <!-- End BidVertiser code -->

          Suara langkah kaki terdengar,semua mata tertuju pada sebuah objek.Mata yang indah,rambut panjang terurai,kulit putih dan tinggi semampai,itulah Mawar,murid kelas 7c.Mawar adalah gadis tercantik di SMP Mekarsari yang menjadi idola bagi semua orang di sekolahnya,termasuk guru-guru nya.Prestasi yang ia capai sangat luar biasa,ketertarikan nya pada dunia seni membuatnya menjadi siswa yang multi talenta.Keramahan dan kepedulian nya terhadap sesama membuatnya tampak semakin cantik.
            Hari itu jam istirahat usai pelajaran olah raga,Mawar dan teman-teman nya hendak makan bakso di kantin sekolahnya,ketika melewati lorong sekolah hampir semua orang yang ia temui menyapa nya,dengan senang hati Mawar membalasnya dengan senyuman.
Setibanya di kantin,
Mawar memesan es dan bakso bersama teman-teman nya,kemudian ia pun memilih bangku di sebelah jendela.Ketika matanya melihat keluar jendela ia langsung tersipu dan wajahnya pun memerah.Ayu yang saat itu duduk berhadapan dengan nya langsung bertanya “War kamu kenapa kog kayak nya salah tingkah gitu?”,Via yang saat itu duduk di sebelah Mawar sontak menjawab “ya jelas lah dia salah tingkah,kan kakak ganteng nya mau kesini”,mendengar perkataan temannya ia hanya bisa terdiam.Kakak ganteng yang di maksud adalah siwa kelas 8c yang bernama Vino.Vino juga merupakan siswa yang jadi idaman di sekolahnya,dan ia adalah satu-satunya siswa pria yang dapat menarik hati Mawar.
            Saat Vino memasuki kantin orang yang pertama ia lihat adalah Mawar,Mawar pun membalasnya dengan senyuman.Teman-teman mereka pun meledek mereka berdua hingga mereka berdua tampak salah tingkah.Semua teman-teman nya  tau bahwa Vino dan Mawar saling menyukai,bahkan teman-teman nya juga tau bahwa Vino sangat tergila-gila pada Mawar,namun karena gengsi diantara keduanya teramat besar sehingga mereka berpura-pura bermusuhan dan setiap mereka bertemu pasti ada saja yang mereka ributkan.
            Teman-teman Vino tak henti-hentinya meledeknya,karena mereka tau betul bahwa keduanya saling mencintai,namun karena gengsinya yang tinggi hingga membuat mereka salah tingkah bila bertemu yang akhirnya berujung pada pertengkaran.Anton (teman satu kelas Vino) berusaha memancing Vino agar memperlihatkan rasa cintanya terhadap Mawar,anton berkata “hahaha….Vino..Vino,kenapa nggak kamu tembak aja sih dia? Kalau kamu nggak mau biar aku aja deh yang nembak” (sambil melihat kearah Mawar),sontak Vino mengatakan “jaga itu mulut kalau ngomong daripada kelempar asbak rokok!”.Semua yang berada di kantin terdiam karena tidak biasanya Vino semarah itu,karena Vino terkenal sebagai anak yang penyabar dan cuek.Ridho yang juga duduk di dekat Vino berusaha memecah suasana “hei panas banget ya hari ini,paling asik ngerokok nih sambil nunggu kopi datang”,Vino pun langsung menanggapi Ridho agar masalahnya tidak bertambah panjang,”sini aku minta satu rokok nya,lagi kanker nih soalnya!”.
            Mawar yang sebelumnya hanya diam sebagai penonton tiba-tiba berdiri dan menghampiri Vino,ia berkata “malu-maluin banget sih kamu,rokok aja minta-minta kayak pengemis dasar nggak tau malu!” (langsung beranjak pergi).mendengar ucapan gadis yang dicintainya Vino langsung menundukkan kepala dan berlari pergi mendului Mawar,nampaknya Vino sangat syok dengan ucapan Mawar itu,karena sebelumnya mawar tidak pernah sekasar itu.Teman-teman mereka berdua pun tidak menyangka akan seperti itu jadinya.

Keesokan Harinya,
            Mawar duduk termenung di depan kelas menyesali apa yang ia lakukan kemarin,sambil menunggu kedatangan Vino karena dia berniat untuk meminta maaf kepada Vino.Tiba-tiba bel tanda masuk kelas berbunyi,dengan wajah kecewa ia pun masuk kedalam kelas.Sepanjang pelajaran berlangsung Mawar hanyadiam termenung.Bel tanda istirahat pun berbunyi,Ayu dan Via berniat mengajak Mawar makan di kantin,tanpa menjawab dan tanpa ekspresi Mawar berdiri lalu berjalan menuju kantin,Ayu dan Via bingung melihat sikap sahabat baiknya seperti itu.Sesampainya di kantin mereka bertemu dengan Ridho dan Anton.Ridho bertanya kepada Ayu
Ridho  :“yu… kenapa Mawar jadi murung begitu?”
Ayu     : “kepikiran sama kakak ganteng nya mungkin”,
Anton  : (menyela pembicaraan) “Vino nggak masuk hari ini,kemarin dia tiba-tiba pulang tanpa bilang apa-apa sama kita,kemarin dia sampek hampir nangis gitu!”
Ayu     : “yang bener kamu?” (terkejut)
Ridho : “ ya bener lah,buat apa kita bohong?” (mengerutkan dahi)
Via       : “ kog jadi begini ya? Aku nggak nyangka bakalan serumit ini”
            (tampak bingung)

            Ridho yang sejak tadi berdiri di dekat Ayu langsung menepuk pundak Mawar yang sejak tadi melamun.
Ridho  : “hey… daripada kamu pusing dan melamun tak tentu arah begini mending kamu datang in Vino dan minta maaf deh!” (memegang pundak Mawar)
Mawar : (dengan pandangan kosong) “aku cinta kak Vino”
            (meneteskan air mata)
Ridho  : “ aduh.. jangan nangis ya,aku nggak bermaksud bikin kamu nangis”
Mawar : “ anterin aku ke rumah kak Vino ya kak” (berlutut di depan ridho sambil menangis)
Ridho & Anton   : (membangunkan Mawar)
                             “jangan kayak begini…ayo sekarang kita ijin pulang”
Mereka berempat pun segera beranjak pergi.

Sesampainya di rumah Vino
Ridho  : tokk..tokk..tokk!
            “assalamuaikum…” (mengetuk pintu)
Pintu terbuka
Ibu Vino : “waalaikum salam”
Mawar : “ bu,kak Vino nya ada?” (dengan wajah kawatir)
Ridho  : “ sabar dulu war…” (memegang pundak mawar)
            (menyalami ibu Vino) “maaf bu sebelumnya,kami mau bertemu dengan Vino karena
            Kemarin Vino tiba-tiba pulang dan hari ini malah tidak masuk sekolah”
Ibu Vino : “ dari kemarin Vino tidak mau ngomong apa-apa dan dia juga tidak mau keluar
                  Kamar” (mempersilahkan masuk)
Mawar : “ kami boleh ketemu kak Vino bu?” (meneteskan air mata)
Ibu Vino : “ langsung kekamarnya saja!” (tersenyum sambil menunjukkan letak kamarnya)
Mawar : (berlari menuju kamar Vino)
Ayu     : “Mawar tunggu”
Semua berlari mengejar mawar.

            Setiba di kamar Vino Mawar langsung berlutut di samping Vino yang tak sadarkan diri dan sambil mengigau “aku bukan pengemis!!”.mendengar Vino tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata itu Mawar langsung menangis di peluk an Vino sambil mengatakan “aku cinta kamu kak,bangun kak…bangun!”.tiba-tiba Vino terbangun,ia pun berusaha duduk dan mengatakan pada Mawar “aku saying kamu dheg,aku bukan pengemis dheg!”,Mawar pun memeluk Vino sambil mengatakan “udah kak…udah! Aku cinta kakak,kakak jangan sakit lagi ya”,Vino memeluk Mawar dengan erat “ ya dheg…jangantinggalin aku selamanya”.semua nya pun tersenyum bahagia melihat Vino dan Mawar.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar